Perbedaan IoT dan AI

Internet of things dan Artificial Intelligence sering digambarkan sebagai teknologi yang berperan penting untuk mendukung digitalisasi bisnis. Namun, kedua teknologi ini, sering dianggap sama meskipunn sebenarnya menawarkan manfaat yang berbeda tergantung pada kebutuhan spesifik bisnis Anda. Apa perbedaan IoT dan AI? dan Mana yang tepat untuk digitalisasi bisnis? Simak penjelasannya berikut!

   Rangkuman

  • Internet of Things (IoT) adalah konsep yang menghubungkan perangkat fisik ke internet untuk memungkinkan mereka mengirim dan menerima data.
  • Artificial Intelligence (AI) adalah bidang teknologi yang mengembangkan sistem atau mesin yang dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia
  • Perbedaan IoT dan AI nampak jelas, yakni terlihat dari definisi, penerapan, kompleksitas, metode, hingga integrasinya.
  • Mengintegrasikan AI dan IoT lebih memberikan manfaat bisnis lebih besar daripada menggunakan salah satu teknologi saja

Apa itu IoT (Internet of Things)?

Internet of Things atau IoT adalah konsep yang menghubungkan perangkat fisik ke internet untuk memungkinkan mereka mengirim dan menerima data. Perangkat IoT mengumpulkan data secara terus-menerus yang kemudian dianalisis untuk menemukan pola dan tren. Misalnya, di pertanian, sensor tanah IoT bisa mengukur kelembapan tanah dan kondisi cuaca untuk menentukan waktu terbaik untuk menyiram tanaman.

IoT memiliki dampak signifikan pada berbagai aspek bisnis, termasuk operasional, produksi, dan manajemen. IoT memungkinkan pemantauan dan pengendalian operasional secara real-time. Misalnya, sensor IoT dapat digunakan untuk memantau kondisi mesin dan mendeteksi masalah sebelum terjadi downtime. Selain itu, IoT dapat meningkatkan keselamatan dengan memantau kondisi lingkungan dan kesehatan pekerja.

Apa itu AI (Artificial Intelligence)?

Artificial Intelligence (AI) adalah bidang teknologi yang mengembangkan sistem atau mesin yang dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. AI melibatkan berbagai teknik seperti machine learning, deep learning, dan natural language processing. Dalam penerapan bisnis, teknologi ini memungkinkan otomatisasi proses bisnis yang kompleks, mengurangi kebutuhan akan intervensi manusia dan meningkatkan efisiensi.

Lalu, dengan kemampuannya, apakah AI dapat menggantikan manusia? Sayangnya AI memiliki potensi untuk menggantikan manusia dalam banyak aspek industri dan dunia kerja. Apalagi jika pekerjaan itu bersifat repetitif. Hal ini karena proses bisnis dapat menjadi lebih efisien dan produktif. Misalnya, AI dalam logistik dapat mengoptimalkan rute pengiriman untuk menghemat waktu dan biaya.

Apa Perbedaan IoT dan AI?

Perbedaan IoT dan AIDua istilah sering muncul dan kadang-kadang menjadi sumber kebingungan: Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Meskipun keduanya berkontribusi besar pada inovasi teknologi saat ini, IoT dan AI memiliki peran yang berbeda. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Definisi dan fungsi dasar

Perbedaan IoT dan AI paling umum berhubungan dengan definisinya. IoT menghubungkan perangkat fisik ke internet untuk mengumpulkan dan bertukar data secara real-time. Sedangkan, AI adalah teknologi yang memungkinkan sistem atau mesin untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia.  IoT seperti sistem otomatis yang menghubungkan peralatan untuk efisiensi, sementara AI bertindak sebagai ahli yang menggunakan data untuk membuat keputusan cerdas

2. Metode pengumpulan dan pengolahan data

Perbedaan IoT dan AI selanjutnya adalah mengenai metode pengumpulan data. IoT mengumpulkan data dari perangkat fisik melalui sensor dan mengirimkannya ke sistem pusat untuk diproses. Sedangkan, AI mengolah data yang dikumpulkan, menggunakan algoritma pembelajaran mesin dan teknik analitik untuk menemukan pola dan membuat keputusan cerdas. Singkatnya, AI mengolah data mentah yang dikumpulkan secara otomatis oleh IoT.

3. Penerapan di berbagai industri

Perbedaan IoT dan AI ketiga mengenai penerapannya dalam industri. IoT banyak digunakan dalam industri seperti manufaktur (untuk pemantauan mesin), kesehatan (pemantauan pasien jarak jauh), dan transportasi (sistem manajemen armada). Sedangkan, AI digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk analitik prediktif dalam bisnis, pemrosesan bahasa alami untuk chatbot, dan pengenalan wajah dalam keamanan.

4. Kompleksitas teknologi

IoT melibatkan integrasi hardware (sensor dan aktuator), jaringan (komunikasi data), dan software (platform manajemen data). Namun, AI memerlukan teknik lanjutan dalam pemrosesan data, algoritma pembelajaran mesin, dan komputasi yang intensif. Ini menjadi salah satu perbedaan IoT dan AI yang paling mencolok karena kompleksitas teknologi IoT yang lebih variatif.

5. Interaksi dan integrasi

IoT menyediakan data yang diperlukan untuk berbagai sistem termasuk AI. Sedangkan, IoT berfungsi sebagai sumber data yang kaya dan real-time yang bisa digunakan oleh sistem AI. AI sering digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan oleh perangkat IoT. Perbedaan IoT dan AI sangat nampak jelas karena keduanya justru saling berhubungan untuk menghasilkan teknologi yang lebih canggih.

Mana yang Terbaik untuk Digitalisasi Bisnis?

Sejatinya IoT dan AI memiliki keunggulan masing-masing dalam digitalisasi bisnis tetapi keduanya bekerja paling optimal ketika diintegrasikan satu sama lain. Mengintegrasikan AI dan IoT memberikan manfaat lebih besar daripada menggunakan salah satu teknologi saja. Misalnya, sensor IoT pada mesin dapat mendeteksi tanda-tanda awal downtime. AI dapat menganalisis data ini untuk memprediksi kapan peralatan perlu pemeliharaan. 

Namun, jika kondisi bisnis memang harus memilih salah satu, penting untuk mengerti kebutuhan bisnis. Jika fokus utamanya adalah pengumpulan data real-time dari berbagai perangkat, maka IoT adalah pilihan yang tepat. IoT cocok untuk meningkatkan visibilitas operasional dan efisiensi melalui pemantauan berkelanjutan. Namun, Jika tujuan Anda adalah analisis data yang mendalam, otomatisasi proses, dan pengambilan keputusan berbasis data, maka AI adalah yang terbaik. 

Synapsis Sebagai Solusi Integrasi IoT dan AI

perbedaan IoT dan AISynapsis adalah penyedia solusi IoT terdepan untuk Anda yang menginginkan integrasi IoT dan AI. Kami menawarkan solusi yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi industri melalui teknologi pintar. Untuk bisnis yang memerlukan pemantauan dan pengelolaan ruang server, solusi Monitoring Ruang Server kami memastikan kondisi optimal dengan analitik data real-time dan peringatan dini.

Selain itu, solusi smart mining  Synapsis mampu mengubah sektor pertambangan dengan mengoptimalkan operasi, meningkatkan keamanan, dan mengurangi dampak lingkungan melalui wawasan yang didorong oleh AI. Segera konsultasikan kebutuhan Anda bersama Synapsis untuk menerapkan integrasi IoT dan AI yang mudah pada bisnis Anda.

Kesimpulan

Internet of Things atau IoT adalah konsep yang menghubungkan perangkat fisik ke internet untuk memungkinkan mereka mengirim dan menerima data. Sedangkan, artificial Intelligence (AI) adalah bidang teknologi yang mengembangkan sistem yang dapat melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Perbedaan IoT dan AI nampak jelas, yakni terlihat dari definisi, penerapan, kompleksitas, metode, hingga integrasinya.

Dalam bisnis, akan lebih baik mengintegrasikan keduanya sehingga akan memberikan solusi yang lebih canggih. Namun, jika kondisi bisnis memang harus memilih salah satu, penting untuk mengerti kebutuhan bisnis. IoT cocok untuk bisnis yang membutuhkan pengumpulan data real-time. Sedangkan, AI cocok untuk bisnis yang lebih membutuhkan analisis data mendalam serta otomatisasi proses.

Asyraf AdhikaAuthor posts

Avatar for Asyraf Adhika

A talented SEO content writer with nearly a year of experience, I have carved out a niche in the bustling world of technology and business digitalization through IoT, ERP, and many more