Sumber: Wikipedia

Saat ini, industri kereta api berada dalam posisi di mana ia dapat memanfaatkan potensi IoT industri dan berkembang tanpa secara substansial meningkatkan investasinya dalam infrastruktur. Berikut merupakan manfaat dari adanya IoT pada bidang perkeretaapian:

  1. Keandalan dan Keamanan yang Lebih Besar
    Sebuah kereta api yang tiba-tiba mogok di rel dapat merusak hari penumpangnya, menyebabkan penundaan di seluruh jaringan, dan pada dasarnya membuat seluruh sistem tidak berfungsi. Namun, perkembangan terkini dalam praktik pemeliharaan preventif yang didorong oleh IoT telah membantu menghidupkan kembali keandalan bahkan aset tertua. Dengan mengintegrasikan sensor IoT komponen penting seperti rem, wheelset, dan mesin, kereta api menjadi lebih sensitif terhadap operasinya untuk efisiensi yang lebih baik.

Pemeliharaan rel kereta api juga mendapat manfaat dari IoT. Dengan menerapkan sensor di seluruh sistem track, operator dapat mengetahui tekanan dan kondisi track, suhu, dan variabel lain yang memiliki nilai prediktif untuk tim pemeliharaan. Jika masalah dengan gerbong dan trek dapat diidentifikasi secara proaktif, operator dapat mengambil tindakan pencegahan untuk operasi yang lebih aman.

Sumber: Wikipedia
  1. Lebih Sedikit Keterlambatan Pemeliharaan
    Waktu henti yang tidak diinginkan karena perbaikan mendadak dapat segera menjadi masa lalu bagi perkeretaapian. Pemeliharaan prediktif dan preventif layak dilakukan dan lebih efektif di era IoT. Sensor dan analitik cerdas di seluruh mesin kereta, gerbong, dan rel memungkinkan sistem kereta api diperiksa dan diperbaiki dari jarak jauh sebelum masalah kecil menjadi masalah besar. Pemantauan kesehatan aset melalui wawasan IoT menyiratkan lebih sedikit penundaan pemeliharaan dan membantu memperpanjang umur infrastruktur kereta api.
  2. Analisis Tingkat Lanjut untuk Operasi yang Disederhanakan
    Operator dapat mengontrol kereta mereka secara lebih efisien dengan melacaknya di seluruh jaringan dan memproses data menggunakan analitik. Beberapa perusahaan juga menggunakan IoT untuk memeriksa arus penumpang—mereka yang menunggu di stasiun, bepergian di setiap gerbong kereta, dan waktu arus penumpang paling tinggi. Analisis pada data tersebut dapat memandu operator dalam mengoptimalkan jadwal perjalanan sesuai kebutuhan dan permintaan komuter.

Cuaca juga mempengaruhi sistem perkeretaapian di suatu wilayah. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi rolling stock dan operasi regulernya. Operator yang paham IoT telah mulai memasukkan pemodelan cuaca prediktif dalam operasi mereka agar siap dan menghindari gangguan layanan yang disebabkan oleh kondisi cuaca buruk.

  1. Pengalaman Penumpang yang Direstrukturisasi dan Dioptimalkan
    Konsumen telah cepat beradaptasi dengan digitalisasi di ruang ritel dan perbankan. Industri transportasi, termasuk perusahaan kereta api, juga bertransformasi untuk memenuhi harapan penumpang dengan layanan yang unggul. Mereka menawarkan e-tiket, informasi penjadwalan, dan solusi lain untuk pelancong melalui ponsel cerdas dan email.

IoT dapat membantu membawa pengalaman ini selangkah lebih maju. Ini dapat membantu operator mempersonalisasi pengalaman perjalanan untuk penumpang individu. Misalnya, layanan dapat diberi harga berbeda untuk pelancong yang berbeda sesuai dengan frekuensi perjalanan mereka. Operator kereta api dapat menikmati loyalitas penumpang yang lebih besar menggunakan sistem IoT untuk memahami riwayat pengalaman pelanggan dan melakukan peningkatan untuk perjalanan yang lebih nyaman dan nyaman.