Sumber: JawaPos.com

Bencana banjir di Indonesia selalu masuk dalam agenda musibah tahunan nasional. Ibukota merupakan wilayah yang paling rawan mengalami banjir setiap musim penghujan.

Meskipun berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah, mengurangi, dan mengantisipasi banjir, nyatanya pola yang sama masih terus berulang dengan nilai kerugian mencapai puluhan milyar rupiah.

Sembari menata infrastruktur dan irigasi guna mengatasi banjir tahunan, pemerintah sebaiknya juga meningkatkan sistem pengawasan dan mitigasi bencana banjir.

Dan setiap membicarakan langkah pengawasan dan mitigasi, solusi terbaik yang harus secepatnya kita adopsi adalah deteksi banjir dengan IoT.

Deteksi banjir dengan IoT adalah solusi untuk meminimalisir kerugian akibat banjir. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan daerah rawan banjir lainnya, teknologi ini menjadi ‘pengawas pintar’ yang berjaga 24 jam.

Pendeteksi banjir berbasis IoT memudahkan pemerintah dalam melakukan pengawasan dan peringatan dini. Tujuannya untuk meminimalisir korban dan kerugian akibat meluapnya air di daerah rawan.

Sistem monitoring banjir berbasis IoT juga menawarkan akurasi tingkat tinggi dengan kualitas olah data yang mumpuni. Dibandingkan sistem monitoring manual yang masih mengandalkan teknologi lama, IoT tentu lebih menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat dari bencana banjir.