Apakah Mobil Listrik Ramah Lingkungan

Pertanyaan apakah mobil listrik ramah lingkungan semakin banyak. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 9/2024 menerangkan bahwa Pemerintah memberikan iming-iming insentif fiskal bagi pengguna mobil listrik. Hal ini memberikan pertanyaan besar apakah mobil listrik memang ramah lingkungan? Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Rangkuman

  • Mobil listrik adalah kendaraan yang bertenaga oleh satu atau lebih motor listrik, menggunakan energi yang tersimpan dalam baterai atau sumber energi listrik lainnya.
  • Keunggulan mobil listrik antara lain adalah ramah lingkungan, efisiensi yang tinggi, dan meningkatkan pengalaman mengemudi.
  • Kekurangan mobil listrik antara lain adalah terbatasnya jangkauan perjalanan, lamanya waktu pengisian, dan dampak lingkungan dari produksi baterai.

Apa itu Mobil Listrik?

Mobil listrik adalah kendaraan yang bertenaga oleh satu atau lebih motor listrik, menggunakan energi yang tersimpan dalam baterai atau sumber energi listrik lainnya. Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar fosil yang menggunakan mesin pembakaran internal, mobil listrik mengubah energi listrik menjadi tenaga mekanis. Konsep ini bukan hanya sebuah inovasi dalam teknologi otomotif tetapi bagian penting dari strategi global untuk mengurangi emisi gas.

Mobil listrik beroperasi berdasarkan prinsip dasar konversi energi listrik menjadi tenaga mekanis yang berguna untuk menggerakkan kendaraan. Teknologi utama yang memungkinkan operasi ini melibatkan beberapa komponen kunci, termasuk baterai, motor listrik, dan sistem manajemen kendaraan. Salah satu penerapan teknologi IoT transportasi yakni, VMS atau Vehicle Management System merupakan otak dari mobil listrik yang mengontrol operasi kendaraan dengan mengatur aliran energi antara baterai dan motor listrik. 

Apa Keunggulan Mobil Listrik?

Apakah Mobil Listrik Ramah Lingkungan

Mobil listrik menawarkan berbagai solusi potensial untuk tantangan lingkungan dan energi saat ini. Berikut adalah beberapa keunggulan utama dari mobil listrik yang mampu menjawab apakah mobil listrik ramah lingkungan.

1. Ramah lingkungan

Mobil listrik memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan polusi udara karena tidak mengeluarkan emisi gas buang. Tidak adanya tailpipe berarti mobil listrik tidak mengeluarkan CO2 atau polutan berbahaya lainnya selama operasi sehingga lebih bersih dibanding dengan kendaraan bensin atau diesel. Hal ini sangat menjadi poin penting bagi manajemen kualitas udara di kota-kota besar.

2. Efisiensi yang tinggi

Mobil listrik lebih efisien secara signifikan dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Motor listrik mampu mengubah lebih dari 60% energi listrik dari grid menjadi tenaga roda. TIngkat efisiensi ini lebih tinggi dibandingkan dengan efisiensi mesin pembakaran internal yang hanya mencapai sekitar 20%. Efisiensi energi yang tinggi ini mengurangi konsumsi energi keseluruhan dan biaya operasional untuk pemilik.

3. Pengalaman mengemudi yang lebih baik

Mobil listrik menawarkan pengalaman mengemudi yang lebih tenang dan lebih halus daripada kendaraan berbahan bakar fosil. Motor listrik memberikan torsi secara instan, yang menghasilkan akselerasi yang cepat dan responsif. Selain itu, tidak adanya transmisi multi-percepatan pada mobil listrik berarti perpindahan gigi yang lebih halus sehingga menambah kenyamanan berkendara.

Apa Kekurangan Mobil Listrik?

Apakah Mobil Listrik Ramah Lingkungan

Melihat kelebihan tersebut, apakah mobil listrik ramah lingkungan? Belum tentu demikian, karena meskipun mobil listrik memiliki banyak keunggulan, terdapat juga beberapa kekurangan yang perlu menjadi catatan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kekurangan mobil listrik.

1. Jangkauan perjalanan terbatas

Salah satu kekurangan utama mobil listrik adalah jangkauan perjalanan yang terbatas daripada dengan kendaraan berbahan bakar fosil. Meskipun teknologi baterai terus berkembang, banyak mobil listrik masih memiliki jangkauan yang lebih rendah per pengisian dibandingkan dengan tangki bensin penuh. Ini dapat menyebabkan “range anxiety” bagi pengemudi, terutama pada perjalanan jarak jauh tanpa akses mudah ke stasiun pengisian.

2. Waktu pengisian yang lama

Waktu pengisian baterai mobil listrik bisa jadi jauh lebih lama daripada dengan waktu yang untuk mengisi tangki bensin. Pengisian penuh baterai dari kosong bisa memakan waktu beberapa jam, tergantung pada kapasitas baterai dan kecepatan pengisi daya. Hal Ini bisa menjadi kendala bagi pemilik yang membutuhkan pengisian cepat atau sering melakukan perjalanan jauh.

3. Dampak lingkungan dari produksi baterai

Meskipun mobil listrik lebih ramah lingkungan selama operasi, produksi baterai lithium-ion mereka memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Ekstraksi material baterai, seperti litium, kobalt, dan nikel, memerlukan proses penambangan yang intensif dan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Selain itu, hal seperti daur ulang baterai dan pembuangan limbah baterai memerlukan perhitungan yang tepat.

Apakah Mobil Listrik Ramah Lingkungan?

Secara keseluruhan, mobil listrik menawarkan potensi yang signifikan untuk mengurangi dampak lingkungan dari transportasi, terutama dalam hal pengurangan polusi udara lokal dan peningkatan efisiensi energi. Namun, untuk sepenuhnya merealisasikan manfaat lingkungan dari mobil listrik, penting untuk memperhatikan aspek produksi dan sumber energi yang digunakan untuk pengisian. 

Peningkatan dalam teknologi baterai yang lebih berkelanjutan, daur ulang yang efektif, serta transisi ke pembangkit listrik berbasis energi terbarukan akan krusial dalam meningkatkan profil lingkungan dari mobil listrik. Dengan demikian, apakah mobil listrik ramah lingkungan? benar, mobil listrik dapat berguna sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan, dengan catatan bahwa langkah-langkah signifikan diambil untuk mengatasi kekurangan mereka dalam siklus hidup secara keseluruhan.

 

Asyraf AdhikaAuthor posts

Avatar for Asyraf Adhika

A talented SEO content writer with nearly a year of experience, I have carved out a niche in the bustling world of technology and business digitalization through IoT, ERP, and many more